RANCANGAN TEKNIK GREENHOUSE (CATIA V5R20)

kali ini saya akan mem-posting bagaimana langkah-langkah dalam membuat/merancang suatu greenhouse atau rumah tanaman.

untuk mendownload file Catia yang saya buat, silakan klik disini.

greenhouse pada umumnya dibangun menggunakan kaca sebagai atap dan dinding. Itulah sebabnya greenhouse kemudian identik dengan glasshouse dan diterjemahkan sebagai rumah kaca. Namun dalam perkembangannya, penggunaan kaca sebagai bahan penutup greenhouse sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan penggunaan plastik. Sehingga, istilah rumah kaca sebagai terjemahan dari greenhouse sudah kurang tepat lagi. Agar lebih mencerminkan fungsi greenhouse sebagai bangunan

perlindungan tanaman maka digunakan istilah “rumah tanaman” sebagai terjemahan dari greenhouse (Suhardiyanto 2009).

baik, langsung saja, pertama-tama yang kita harus lakukan adalah menghitung dimensi optimal dari greenhouse berdasarkan kebutuhan ruang dari tanaman yang akan kita budidayakan di dalam greenhouse itu sendiri.

caranya adalah dengan menggunakan persamaan Lagrange dari turunan fungsi kendala dan turunan yang tanaman butuhkan.

jika diketahui:

Jumlah tanaman 1000 buah, tiap biibit tomat yang ditanam di dalam greenhouse tersebut tersedia dalam bentuk polybag yg ukurannya 35 x 40 cm (penampang atasnya). Kemudian bibit tomat tersebut ditata didalam greenhouse sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan (pada umumnya menggunakan jarak tanaman antar bedengan ± 100 cm dan antar tanaman ± 50 cm). Tipe atap greenhouse yang digunakan adalah Single-span Standard Peak Greenhouse. Konstruksinya menggunakan kayu atau bambu dengan kasa plastik transparan. Ketinggian maksimum pohon tomat bisa mencapai 170 cm. Bahan konstruksinya menggunakan kayu atau bambu dengan kasa plastik transparan. Ketinggian maksimum pohon tomat bisa mencapai 170 cm.
Continue reading

PHOTOREALISTIC RENDERING IN AUTOCAD 2010

Sebelumnya perkenalkan, saya Naufal, mahasiswa semester 7 Teknik Mesin dan Biosistem. Ini posting pertama saya, dan saya mau bahas tentang Image Realistic Rendering di AutoCAD 2010 yang mungkin ga bakal diajarkan sama asisten praktikum kalian karena memang hal ini ga masuk di kurikulum gambar teknik di kampus kita, tapi saya yakin ini sangat berguna banget buat kalian jika kalian paham tentang fitur CAD satu ini. Langsung aja ya…

Dahulu, penyajian gambar biasanya dilakukan dengan cara ploting gambar yang sudah didesaign kedalam kertas, baik itu tampak piktorial maupun orthogonalnya. Seiring dengan perkembangan waktu, penyajian gambar tidak lagi seperti itu. Penyajian gambar saat ini lebih atraktif dan mengedepankan “style” dan gaya presentasi yang mampu menambah informasi mengenai desaign yang mampu disampaikan dengan lebih baik.

Berikut ini saya akan jelaskan perbedaan ploting dan rendering sekaligus cara menggunakan rendering di AutpCAD 2010. Namun, sebelumnya gambar yang saya jadikan contoh ini adalah desain kasaran saya menggunakan AutoCAD 2010 yang bisa kalian download disini:

Continue reading